PENTING ! Anda Ingin Melakukan Pernikahan dengan Cara Taaruf ? Baca Ini Dulu Sebelum Menyesal

Diposting oleh Revi Marlina


PENTING ! Anda Ingin Melakukan Pernikahan dengan Cara Taaruf ? Baca Ini Dulu Sebelum Menyesal - Tak perlu dipungkiri lagi, semua orang pasti ingin sekali melaksanakan pernikahan untuk menunjang sebuah fase kehidupan. Sebagaimana bertujuan untuk meneruskan keturunan agar tidak terputus silahturahmi. Sebagai fitrah atau kodratnya yang membutuhkan seseorang sebagai sahabat dalam menjalani kehidupan ini. Apalagi bagi umat Muslim, menikah adalah sebuah ibadah, sunnah Rasul, yang bahkan nilainya sama dengan menyempurnakan separuh agama.

Allah bahkan melaknat, siapapun yang tidak mau menikah dan memilih membujang atau hidup sendiri tanpa pasangan seumur hidupnya. Karena menikah adalah sebuah ibadah, dan perjanjian pernikahan saat Akad Nikah sama dengan sebuah perjanjian berat antara hamba dengan Allah, maka proses dalam menujunya pun tidak boleh dilakukan dengan main-main atau penuh kemaksiatan. Karena sesungguhnya jodoh itu telah Allah siapkan untuk kita, jauh sekali bahkan sebelum alam semesta ini diciptakan oleh-Nya.

Seperti yang dikutip dari viva. Namun yang menjadi pembeda adalah, bagaimana kita menjemputnya. Dengan cara yang baik, atau cara yang tidak baik? Anjuran dari Rasulullah dan tentunya perintah Allah berkenaan dengan menjaga kesucian proses menikah adalah tanpa dikotori oleh maksiat. Salah satunya kita kenal dengan istilah ta’aruf.

Ta’aruf secara bahasa berarti “Berkenalan atau Perkenalan”. Maksudnya di sini, kedua calon mempelai saling mengenal, satu sama lain, dan keluarga masing-masing dalam koridor yang tidak melanggar syariat dari Allah SWT.

Nah, bagi kamu yang mengaku sudah siap menikah namun belum juga menemukan jodoh yang tepat, siap tidak kira-kira kamu melewati proses pernikahan dalam jalan ta’aruf? Sebelum menjawab iya atau tidak, lebih baik pahami dulu rambu-rambunya berikut ini, agar kamu semakin mantap menjemput jodohmu dalam keberkahan:

Ta’aruf Menjauhkan Kita Dari Maksiat dan Zina

Ta’aruf biasanya dilakukan lewat perantara. Ada yang meminta orangtua sebagai perantara langsung, ada yang meminta kepada sanak saudara atau saudara kandung yang telah menikah, bahkan ada yang minta dicarikan oleh ulama atau tokoh agama.

Ta’aruf Menjauhkan Kita Dari Maksiat dan Zina

Banyak orang yang bisa kita mintai tolong. Tentunya bukan sekedar orang yang mampu mencarikan lawan ta’aruf’, namun mereka yang benar-benar bisa kita yakini mampu memilihkan calon pendamping yang baik secara agama dan akhlaknya.

Dengan adanya perantara, pada saat proses kita juga tidak akan dibiarkan sendirian. Mereka akan mendampingi dan mengarahkan kita, tentunya agar kita terhindar dari berduaan dan melakukan hal-hal yang dapat menjerumuskan pada zina dan maksiat.

Ta’aruf Membuat Kita Lebih Paham Tentang Calon Pasangan Hidup

Pada saat proses ta’aruf, diharapkan masing-masing terbuka, namun tetap menjaga privasi yang perlu dijaga saat sebelum halal atau resmi menikah.Maksudnya di sini selain terbuka tentang karakter diri, rencana dan cita-cita masa depan, juga tentang kriteria calon pendamping yang diinginkan. Tidak perlu bertele-tele, biasanya pada proses ini para perantara akan memfasilitasi dengan baik karena tentu mereka telah paham.

Ta’aruf Membuat Kita Lebih Paham Tentang Calon Pasangan Hidup

Apalagi orangtua kita, mereka akan jauh lebih tau apa yang harus disampaikan tentang anak mereka pada calon menantu dan calon besan, dan dari mereka juga orangtua kita bisa mendapat kesempatan lebih mengenal calon menantu beserta orangtua dan keluarganya.

Ta’aruf Membuat Hati Lebih Tenang

Tentunya orang-orang yang memilih jalan ta’aruf memposisikan diri mereka pada kondisi yang telah benar-benar siap menikah, tidak main-main lagi atau sekedar coba-coba. Maka pada proses ta’aruf, tak ada lagi pembicaraan yang tidak emnjurus pada pernikahan karena hanya akan bernilai mubadzir atau sia-sia saja.

Ta’aruf Membuat Hati Lebih Tenang

Dengan kondisi tersebut, kedua belah pihak, baik laki-laki maupun perempuan akan mendapatkan suasana hati yang lebih tenteram dan nyaman karena mereka tidak dalam kondisi mengambang, sebab sudah dipastikan bahwa proses tersebut hanya pada satu tujuan, yaitu menikah!

Ta’aruf Memudahkan Tujuan Mengerucut Sehingga Tak Perlu Menunggu Lama Untuk Segera Halal

Dengan proses yang memang sedari awal sudah dikerucutkan tujuannya yaitu untuk proses menuju pernikahan, maka cukup perkenalan beberapa kali, dirasa cukup dan siap, maka proses tersebut bisa berlanjut pada khitbah (lamaran), dan akhirnya akad nikah.Biasanya paling lama proses ta’aruf ini hanya berlangsung selama 6 bulan, atau lebih sedikit. Selebihnya, banyak yang hanya berlangsung selama 3 bulanan, bahkan ada yang cukup sehari saja!

Tujuan Mengerucut Sehingga Tak Perlu Menunggu Lama Untuk Segera Halal

Kembali lagi pada niat awal kita dalam berusaha meraih ridho Allah. Memang segala yang dilarang Allah itu berat dan tidak enak, namun tiada tujuan lain bagi Allah selain untuk menjaga hambaNya dari keburukan.

Bagi kalian yang memang ingin berta’aruf, yakinkan diri kalian bahwa kalian ingin menjalankan sunnah Rasul, beribadah kepada Allah, dan menyempurnakan separuh agamaNya. Maka tiada niat lain selain mencari ridhoNya.

Subhanallah ! Surga itu sangat mahal, maka dari itulah cara untuk meraihnya butuh pengorbanan yang besar. Salah satunya adalah menjauhkan diri dari dosa dan maksiat. Siapa yang sanggup melakukan sangup juga bertanggung jawab di akhir nanti.